Tweets between Thesis: “Indonesia dan Empat Musim”

Di bawah ini hanyalah sebuah kicauan impulsif saya tentang “Kenapa musim dingin nggak ada di Indonesia?”. Hasil pemikiran random dan curhat secara implisit ini jangan ditanggapi serius karena yang saya hina sebenarnya adalah diri saya sendiri 😛

(more…)

Advertisements

Mati Listrik, DI, dan PLN

Dua hari lalu saya telepon rumah dan yang mengangkat papa.

Saya: “Halo, Papa ya?”
Papa: “Ega?”
Saya: “Iya, Pa. Mau minta tolong !*+#$%&'(~ ” (maap bukan konsumsi publik jadi disensor :razz:)
Papa: “Oke. Hari ini listriknya mati dua kali sih.”
Saya: “Hah? Kenapa?”
Papa: “Hujan”
Saya: “Emang masih zaman ya? Bukannya udah nggak ada sejak DI jadi Dirut PLN?”
Papa: “Iya pas dia jadi dirut sih emang nggak ada mati listrik. Kalau pun ada biasanya soal teknis kaya alat rusak.. tapi sekarang mati-mati lagi, malah belakangan sering dan lama matinya. Kemarin ada surat pembaca di koran di daerah Malang (kalo tidak salah :grin:) dalam seminggu ada empat kali mati listrik.”
(more…)

Mati Lampu Kok Jadi Tradisi

Sekarang kita sebagai bangsa Indonesia harus siap menghadapi kejadian tak terduga yang sering terulang dan akan terus berulang (konon) sampai akhir tahun 2009, yaitu…jreng-jreng…MATI LISTRIK atau biasa juga di-sinekdoke totem pro parte-kan menjadi MATI LAMPU. Tadi malam kenyenyakan tidur saya terusik oleh suara dengungan nyamuk yang berisik sekali. Ketika saya membuka mata, saya lihat sekeliling saya gelap. Oh, No! Mati lampu lagi. Rupanya nggak cuma banjir sekarang yang jadi tradisi, mati lampu juga.

Fiuh…saya termasuk orang yang paling benci nih dengan fenomena ini. Karena pada saat mati lampu, dua hal yang lumayan saya takuti muncul: kegelapan dan api. Waa…sebalnya. Aslinya sih saya sangat menghindari kesepian (kalo sudah dalam keadaan ini saya harus menciptakan suara, entah dengan menggerakkan sesuatu, ngobrol, nyanyi, ato baca doa :P). Pasalnya, kegelapan tuh identik dengan sunyi, sepi, sendiri, ketiadaan…halah. Andaikan Thomas Alva Edison, sang penemu bohlam lampu tentunya bukan anak Fisika ITB angkatan 2005 yang juara olimpiade Fisika itu, masih hidup, saya pengen banget deh ketemu dan ngucapin “terima kasih banyak” atas penemuannya. Sikap pantang menyerah kang Edison (caila Kang…) yang sampai melakukan ratusan kali percobaan buat nemuin lampu patut banget loh kita teladani. Mungkin banyak orang yang punya mimpi sama dengannya, tapi nggak ada yang segigih dia sehingga hanya dialah yang kemudian namanya dikenang dunia sebagai penemu lampu. Kang Edison pun berhasil ‘menyamai’ predikat Rasulullah SAW, tokoh paling berpengaruh sedunia versi Michael Hart nomor satu, yaitu sebagai “pembawa manusia dari kegelapan menuju cahaya”. Bedanya, kalo kegelapannya Edison dalam arti denotasi, Rasulullah dalam arti konotasinya. Hehehe, maksa pisan. Nah, kalo api, kan pasti dibutuhkan tuh saat mati lampu buat nyalain lilin atau lampu teplok (bahasa Indonesianya kalau nggak salah lampu minyak). Padahal saya ini agak trauma dengan api gara-gara dulu pernah liat kebakaran. Jadi, menggesekkan korek api dan menyalakan lilin adalah saat-saat paling menegangkan buat saya. Hahaha. (more…)