Rileks dengan Panggilan Sayang

Saya sedang merapikan file di komputer dan mem-backup beberapa file di cloud service, kecuali catatan-catatan kecil seperti ini. Penulis aslinya sudah tidak terlacak, tapi begitu ketemu, nanti saya tambahkan :smile:. Di sini sana tulis ulang dengan koreksi tata bahasa dan EYD. Inspiratif lho ^_^

Suatu sore seorang kakek bersandar di atas kursi di teras rumahnya. Sambil membaca koran, ia lamunkan pikirannya tentang berbagai persoalan yang pernah melintas dalam hidupnya. Tak lama kemudian secangkir kopi dihidangkan seorang wanita seumur yang tak lain adalah sang istri tercinta. Kopi itu diseruputnya sambil menyeringai kepanasan.

Istrinya melihat lelaki itu masih belum berubah kecuali usianya yang sudah sangat tua. Tak terasa ia telah hidup bersama selama hampir lima puluh tahun, suatu masa yang tidak sedikit tentu saja. Mengawali pembicaraan sore itu, secara mengejutkan sang istri memanggil suaminya dengan kata “Mas”, suatu sebutan yang telah lama tidak terdengar lagi. Yang biasa didengar adalah panggilan eyang kakung atau kakek. Panggilan itu telah diberlakukan oleh semua keluarganya, baik oleh cucu, cicit, anak, maupun istrinya sendiri. Betapa kagetnya sang kakek pada sore itu ketika mendengar panggilan “Mas” dari istrinya.
(more…)

Advertisements