All You Need is (Not) Love, but Commitment

Ya, malam ini saya harusnya mengerjakan TA. Namun, apa daya passion saya terhadap hal-paling-sentitif-bagi-mahasiswa-tingkat-akhir ini sedang tidak ada. Hihi. Jadilah saya menyabet sebuah novel yang lagi nganggur di kasur teman sekamar saya. Saya baca beberapa bab di siang hari, kemudian dilanjutkan beberapa bab sampai tamat di malam harinya. Cepet kok, paling totalnya cuma tiga jam. Sebenarnya udah lama saya tahu “bahwa novel itu ada” (bukan “bahwa cinta itu ada”), tapi kasihannya, saya baru bisa baca hari ini. Judulnya “Test Pack”, another novel from Ninit Yunita.

Novel tersebut cukup mengharukan dan sukses membuat saya menitikkan air mata di beberapa ‘adegan’. Merindukan kehadiran seorang anak selama tujuh tahun tentu bukan perkara yang ringan bagi seorang wanita berumur 32 tahun, tetapi itulah yang menjadi topik dalam novel ini. Saat sang tokoh minder dengan dirinya, saat dia sensitif dengar kabar kehamilan orang lain, saat dia hampir putus asa berusaha, atau saat dia berteriak “it’s not fair!”… semuanya sangat manusiawi menurut saya. Mungkin sama halnya bagi seorang wanita yang sudah sangat ingin menikah, tetapi belum bisa. Mereka berpotensi besar untuk minder (apalagi kalo udah berumur), sensitif dengar kabar orang lain nikah, suatu kali merasa putus asa, dan juga berteriak “it’s not fair!”… well, ini pun sangat manusiawi. Kenyataannya, Tuhan memang sudah mengatur rezeki manusia, termasuk soal jodoh dan anak. Kenyataannya, di antara tak terbilangnya manusia yang pernah tercipta, harus ada yang berbesar hati untuk tidak diberikan anak dan jodohnya di dunia.
(more…)