Mengunjungi Website Kampus ‘Tetangga’

Berawal dari membaca status teman yang memasang pranala, saya mampir ke sebuah halaman berita situs milik kampus ‘tetangga’ ITB, Institut Teknologi Sepuluh November. Percayalah, kepanjangannya itu lho, bukan Institut Teknologi Surabaya…kenapa nggak disingkat ITSN sekalian ya? (evilsmirk). Berhubung tulisannya menarik dan konon sedang hangat di milis ITB (baca: alumni), saya bantu sundul deh…waktu baca tulisan ini, saya jadi ingat dulu SPMB pilihan 1 saya di ITB (Fakultas Teknik Elektro dan Informatika-tertulis seperti ini di buku SPMB, walaupun sekarang sudah jadi STEI) dan pilihan 2 saya di ITS (Sistem Informasi).

NB: Anda yang notabene mahasiswa ITB, mungkin isinya ada yang agak menohok, tapi take it easy lah, jadikan introspeksi saja 🙂

Melawan Hegemoni ITB

12 April 2010 16:49:01

Malam itu, saya pergi berselancar bersama Eyang Google. Mata saya terbelalak melihat kata-kata berbunyi ”Melawan Hegemoni ITB” tercecer di milis alumni ITB. Padahal niat awal hanya mencari kabar tentang Dies Emas ITB setahun lalu (nama ITB resmi dipakai 2 Maret 1959). Karena penasaran, saya malah menelusuri perdebatan ini, tanpa suatu tendensi apa pun. Sampai pertanyaan, siapa kampus teknik terbaik di Indonesia? Kakaknya atau adiknya?

Kampus ITS, ITS Online – Soal SNMPTN baru saja dibagikan. Mata Andi melirik Tono. “No…Pilih apa nih, B atau S?”. “B aja. B itu pasti Bahagia”. “Kalau S?”. “S itu Sengsara Ndi. ” sekejap gigi Tono berderet tampil di bawah bibirnya yang mengembang. Sementara alis Andi mengerut keheranan. Cita-cita keduanya memang jadi insinyur. Setahu mereka, hanya ada dua sekolah yang secara jantan bisa memberi mimpi itu. Tidak sedikit anak seperti Andi yang selalu bingung memilih kampus tambatan hatinya. Akhirnya image-lah yang menuntun mereka menempatkan B dulu baru S. Benar salah?

Saat ini, hampir tiap kampus memiliki jurusan teknik, kecuali Akademi Kebidanan. Tapi kalau bicara masalah dedengkotnya teknik, hanya ada dua: ITB dan ITS. Nama besar keduanya jadi rebutan anak-anak SMA sederajat. ITB terkenal dengan nama harum alumninya, salah satunya Ir Soekarno, sedangkan ITS terkenal dengan industri maritim dan dunia robotikanya.

Sayang, di mata masyarakat luas, keberadaan ITS masih di bawah bayang-bayang saudara tuanya. Seperti bayang-bayang klub sepak bola Manchester United di atas Manchester City. Wajar saja, sejak SNMPTN masih bernama UMPTN sekitar 20 tahun lalu, nama ITB tak pernah bergeser dari posisi puncak nilai rata-rata terbaik untuk kelompok IPA. ITB tetap paling favorit sedang ITS hanya mampu menggoda siswa SMA sederajat di wilayah Jawa Timur dan sebagian Indonesia Timur. Bahkan di wilayah barat, nama ITS hanya terdengar sayup-sayup.

Terbukti, tiap kali saya pulang kampung ke Depok, Jawa Barat, banyak tetangga yang bilang, “ITS ya, swasta atau negeri tuh?”. Dalam hati saya membalas,”Swasta dari Hongkong!!!”. “Wah…hebat kamu ya bisa kuliah di Hongkong.” ternyata ia bisa baca kata hati saya. Lain tetangga, lain pula tusukan teman lama saya yang polosnya luar biasa. ”Kuliah dimana sekarang?” tanyanya. “Ehm…jadi nggak enak nih nyebut-nya,” gaya saya agak sombong. “ITS dong bro!” jawab saya bersemangat. “Wah…ITS, pinter juga lu bro! Di Semarang nge-kos apa sama saudara?”. Yah…
(more…)

Advertisements

Berkumpul dengan Para Kunang-kunang di FIM VI

Setelah membulatkan hati untuk berangkat ke Cibubur di sela-sela tugas kuliah yang masih sejuta banyaknya,saya akhirnya dipertemukan dengan pemuda/i hebat dari seluruh nusantara di Forum Indonesia Muda angkatan VI (FIM VI).Mereka semua kritis,enerjik,percaya diri,berwawasan luas,dan mencirikan calon-calon pemimpin masa depan.Semua meyakinkan saya bahwa bangsa ini bisa bangkit suatu hari nanti:)

…[to be continued]…

[ Tulisan dilajutkan sembilan hari pasca berakhirnya FIM. Kesibukan mengerjakan tugas selalu sukses membuat acara nge-blog saya ter-pending untuk sekian lama. Hehehe. ]
ini name tag Dioni
Walaupun sudah <agak> basi, saya mau melanjutkan cerita saya nih di FIM kemarin. Siapa tahu bisa jadi inspirasi dan ada hikmah yang dapat Anda ambil dari pengalaman saya. Caila…

(more…)