An Inspiring Wedding Speech from “My Neighbors The Yamadas” Movie

Congratulations to all of my friends who just opened the gate of a new life with his/her spouse or those who’re about to get there soon.

Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fii khair

May Allah’s blessings are always be around you and your family.
Here I’d like to share a very beautiful message about marriage, which has inspired me, and hope you’ll find something meaningful too. Taken from “My Neighbors The Yamadas” scene, a movie by Studio Ghibli, this message is told as speech of an old woman in the main-figures’ (Takashi-kun and Matsuko-san) wedding. I removed the figures’ name or replaced it with the term “you”.

CatatanWedding speech (pidato pernikahan) yang dimaksud dalam tulisan ini juga tersedia dalam Bahasa Indonesia. Kata dalam tanda kurung merupakan bagian tambahan dari saya sendiri agar terjemahannya tidak kaku walaupun secara keseluruhan masih tetap aneh juga sih.. hahaha, mohon maaf selain level masih cupu, kosakata english saya juga terbatas jadi kadang susah cari padanan katanya :mrgreen:
(more…)

Behind the Scene of 30 Hari Mencari Cinta

Halo! Sekarang sudah tanggal 5 April. Status saya masih single meskipun sudah bisa dibilang engaged, tapi ya.. selama janur kuning belum melengkung, we’ll never know how tomorrow will be kan ya. Halah. Bagi yang sudah baca tulisan saya, 24 Maret, mungkin bisa menebak ‘sesuatu’-nya. Ya, sesuatu yang teman satu lab saya menyebutnya sebagai the private life, there is nothing more important than it.

Kehidupan pribadi. Saya merenung.. ternyata saya baru menyadari kehidupan pribadi hanya berputar-putar di wilayah diri kita dan keluarga. Begitu pribadinya sampai saya baru ngeh kalau jarang menulis tentang itu (atau bahkan belum pernah) di sini sebelum tulisan 24 Maret itu. Begitu pribadinya sampai saya baru terasa ‘terusik’ ketika hari-hari ini banyak orang yang menaruh perhatiaannya pada kehidupan pribadi saya, termasuk orang-orang yang sudah lamaaa sekali putus kontak, yang saya tidak tahu ke mana rimbanya. Saya memang tidak menampilkan tanggal ulang tahun di FB walaupun kata sahabat saya itu bisa menjadi ajang silaturahim dengan sanak kerabat yang jarang bertegur sapa. Hehe.
(more…)

Nikah di Jepang

Ehem.. sebelumnya maaf nih, bukannya mau ngasih pengumuman kok, apalagi undangan :lol:.
Mau cerita aja satu hal lain tentang Jepang, kali ini terkait budaya masyarakatnya dalam hal yang uhuk-uhuk: menikah. Kebetulan tadi sore saya mendapat ‘kuliah’ soal itu dari sensei *loh sebenarnya kamu jurusan apa toh, Ga* :eek:.

Saya memang pernah dengar dari senior bahwa pernikahan di sini itu biayanya mahal, tapi perayaannya sekaligus jadi ajang buat “balik modal”. Nah, tadi tuh dapat penjelasan lebih lengkap, langsung dari orang Jepang. Cerita bermula saat saya menanyakan sebuah kalimat di buku teks bahwa orang Jepang umumnya memberi uang atau barang elektronik saat menghadiri pernikahan.
(more…)

“Uniform”, Chanchad Said

“To have food doesn’t require money, Dude! Uniform is required.”

Salah satu ide konyol favorit saya dari film 3 Idiots adalah konsep “seragam” yang dianut oleh Ranchodas Chanchad. Ide ini sebenarnya bukan sesuatu yang brilian karena saya yakin banyak orang memilikinya. Hanya saja, kru film tersebut memang pandai mengemasnya dalam sebuah adegan film. Seragam untuk bersekolah tanpa membayar yang diyakinkan Chanchad pada M.M. mungkin masih asing, tapi seragam untuk bisa masuk ke pesta pernikahan pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian anak rantau yang selalu punya alasan “perbaikan gizi” buat makan gratis nan enak!

Nah, saya termasuk orang yang susah menolak tawaran untuk datang ke walimahan alias resepsi pernikahan karena alasan itu. Ehehe…Seperti halnya hari ini, saya kembali menghadiri pernikahan dua orang senior kampus (sebut saja Masayu dan Yandi) di daerah Cimahi. Acara akad nikahnya mulai jam 8, kemudian dilanjutkan dengan resepsi pukul 11.00 – 14.00. Ada dua rombongan teman saya yang berangkat dalam dua kloter, yaitu kloter pagi yang pengen lihat akad dan kloter siang yang direncanakan habis Dhuhur. Saya rencananya ikut kloter kedua.
(more…)